banner 728x250
Daerah  

Proyek Jembatan BKKD di Genjor Sugiwaras Disorot, Minim Informasi dan Alami Keterlambatan.

 


BOJONEGORO – Proyek pembangunan jembatan yang bersumber dari program BKKD (Bantuan Keuangan Khusus Desa) tahun anggaran 2025 di Desa Genjor, Kecamatan Sugiwaras, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan masyarakat karena dinilai belum sepenuhnya terbuka dalam penyampaian informasi Minggu ,05/04/2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat papan informasi proyek yang umumnya memuat rincian penting, seperti nilai anggaran, pelaksana kegiatan, serta target waktu pengerjaan.

Ketiadaan informasi tersebut membuat sebagian warga mengaku belum mengetahui secara jelas detail proyek yang sedang berjalan.

“Kami belum tahu ini dikerjakan oleh siapa dan anggarannya berapa,” ujar salah satu warga.

Selain persoalan transparansi, proyek yang diperkirakan telah mendekati masa penyelesaian juga tampak belum rampung. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait progres pekerjaan di lapangan.

Di tengah situasi tersebut, muncul informasi dari warga yang menyebut bahwa pekerjaan proyek diduga dilimpahkan kepada seorang pihak bernama Gofur, yang disebut berdomisili di Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugiwaras, kabupaten bojonegoro. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum dapat dikonfirmasi secara resmi.

“Katanya yang mengerjakan dari luar, banyak juga pekerja bukan dari sini,” ujar warga lainnya.

Terkait keterlambatan, warga menyebut faktor cuaca sebagai salah satu kendala. Meski begitu, masyarakat berharap tetap ada upaya percepatan agar pembangunan dapat segera diselesaikan, mengingat jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga.

Di sisi lain, beredar pula informasi bahwa proyek tersebut sempat mendapat perhatian dari pihak terkait. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang dapat dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

Sebagai proyek yang bersumber dari program BKKD, pelaksanaan kegiatan diharapkan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, termasuk melalui penyediaan informasi yang dapat diakses oleh masyarakat.

Warga pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan klarifikasi resmi, sekaligus memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi proyek tersebut, termasuk terkait pihak yang disebut-sebut terlibat dalam pekerjaan.team

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *